Berita  

Pemkab Sidoarjo Pindahkan Pedagang Korban Proyek JPL ke Pasar Krian; Warga Diarahkan ke Rusunawa

Pemkab Sidoarjo Pindahkan Pedagang Korban Proyek JPL ke Pasar Krian; Warga Diarahkan ke Rusunawa

Maxgrosir.com, Para pedagang yang menjadi korban penertiban lahan untuk pembangunan Jembatan Penyeberangan Lintas (JPL) 64 Krian di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, bakal mendapat relokasi tempat berjualan di Pasar Krian.

Sementara warga yang tempat tinggalnya ikut terdampak pembebasan lahan itu, akan ada alternatif hunian di Rusunawa di Tambak Kemerakan Krian. Hal itu disampaikan Ketua Tim Percepatan Persiapan Pembangunan Flyover JPL-64 Krian, Bachruni Aryawan, Rabu (30/3/2022).

“Pedagang yang akan mengembangkan usahanya akan diarahkan ke Pasar Krian. Sedangkan yang tempat tinggalnya tergusur, akan diarahkan ke Rusunawa,” terang Bachruni.

Namun, Bachruni berharap warga tersebut dapat melakukan koordinasi dengan camat setempat. Atau warga bisa langsung usul kepada camat supaya diakomodir Pemkab Sidoarjo.

Di Pasar Krian Baru, ada sekitar 30 bedak kosong yang bisa ditempati. Pemkab akan memberikan dispensasi khusus berupa pembebasan uang sewa di tahun pertama. Dan setelah setahun berjalaemn dan semua sudah lancar, para pedagang harus mengikuti prosedur dari pihak pasar, termasuk bayar retribusi dan sebagainya.

“Pemanfaatan kios itu untuk sementara jadi tidak ditarik retribusi. Namun ke depannya, kalau usahanya sudah jalan, harus memenuhi aturan yang ada di situ. Sesuai dengan pedagang lainnya,” tegasnya.

Selasa (29/3/2022) lalu ada sekitar 110 bidang yang ditertibkan dan sudah diratakan dengan alat berat untuk persiapan pembangunan jembatan layang. Dari jumlah itu,yang paling banyak terdampak adalah para pedagang yang mendirikan bangunan permanen di sepanjang bantaran Sidomukti, yaitu sekitar 2.000 meter.

Dari 110 bidang itu, hanya 13 bangunan yang mempunyai alas hak tanah secara resmi. Mereka yang punya hak akan mendapat ganti rugi. Nantinya, kata Bachruni, setelah dilakukan pembayaran terkait hak tanah itu, warga diharapkan segera mengosongkan bangunannya secara mandiri sampai 7 April 2022.

Dan apprasial atas hak tanah itu sudah dalam proses. Dalam waktu dekat, sebelum tenggat waktu usai, diharapkan tuntas semuanya. “Semoga saja sebelum 31 Maret nanti sudah terbayar. Nanti warga yang punya alas hak akan dipanggil untuk hasil apprasial dan peta bidang itu,” jelasnya. ****



#Pemkab #Sidoarjo #Pindahkan #Pedagang #Korban #Proyek #JPL #Pasar #Krian #Warga #Diarahkan #Rusunawa

Sumber : surabaya.tribunnews.com