Berita  

Kader Demokrat Bangkalan Disebut Tak Pahami AD/ART, Akibat Kritisi Emil Sebagai Ketua DPD Jatim

Kader Demokrat Bangkalan Disebut Tak Pahami AD/ART, Akibat Kritisi Emil Sebagai Ketua DPD Jatim

Maxgrosir.com, BANGKALAN – Penilaian miring atas penunjukkan Emil Elestianto Dardak sebagai Partai Demokrat Jatim, berbuntut. Sekretaris DPC Partai Demokrat Bangkalan, Agus Kurniawan menyayangkan pernyataan kadernya, Syafi’i yang menyebut bahwa penunjukan Emil itu merupakan sebuah kemunduran di tubuh Partai Demokrat.

Menurut Agus, seharusnya Syafi’i sebagai kader partai harus menerima apa yang telah menjadi keputusan DPP. Penunjukan Emil Dardak sebagai Ketua Partai Demokrat Jatim telah sesuai dengan aturan dan mekanisme Partai Demokrat.

“Saya sangat menyayangkan dengan pernyataan saudara Syafi’i, sangat keliru karena tidak berdasarkan AD/ART serta PO Partai Demokrat,” ungkap Agus kepada SURYA, Jumat (1/4/2022) malam.

Ia menegaskan, Emil Dardak maupun Bayu Airlangga sama-sama memenuhi syarat sebagai calon Ketua dengan kepemilikan 20 persen suara. Setelah Musda, penetapan selanjutnya diputuskan melalui tahapan uji kelayakan atau fit and proper test.

“Sekali lagi, saudara Syafi’i sangatlah keliru, belum sepenuhnya memahami seutuhnya alur dan mekanisme yang ada di dalam AD/ART. Seyogyanya sebagai kader Partai Demokrat harus mengikuti keputusan DPP,” pungkas Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Bangkalan itu.

Sebelumnya, Syafi’i menyatakan apa yang dipertontonkan DPP Demokrat merupakan bentuk pendistorsian terhadap roh Demokrasi di tubuh Partai Demokrat.

Pasalnya, hasil Musda DPD Partai Demokrat pada Januari 2022 telah menghasilkan Bayu Airlangga dengan perolehan dukungan 25 suara dan Emil Dardak mendulang 13 suara dari 38 DPC se Jawa Timur.

“Saya selaku kader Partai Demokrat kecewa atas keputusan DPP. Bagi kami hasil Musda sudah diketahui arah dukungan, siapa peraih dukungan suara terbanyak dalam berdemokrasi di tubuh Partai Demokrat,” tegasnya.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara resmi menunjuk Emil Dardak sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Hal itu dibenarkan Kepala Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat, Herman Khaeron, Rabu (30/3/2022) malam.

Secara logika dasar, lanjut Syai’i, DPC-DPC yang memilih calon Ketua DPD adalah bentuk representantif perwakilan dari semua kader yang ada di kabupaten/kota se Jawa Timur. Karena DPC secara tidak langsung dipilih secara demokratis oleh PAC di kabupaten/kota dan ranting.

“Jadi sikap DPP itu tidak memperhatikan suara kader di bawah, sesuai selera atau lain sesuai dengan keinginan saja,” pungkasnya. ****



#Kader #Demokrat #Bangkalan #Disebut #Tak #Pahami #ADART #Akibat #Kritisi #Emil #Sebagai #Ketua #DPD #Jatim

Sumber : surabaya.tribunnews.com