Berita  

Agama, Tuhan dan Manusia – Surya.co.id

Agama, Tuhan dan Manusia

Maxgrosir.com|SURABAYA – Permasalahan agama berseiringan dengan peradaban manusia. Orang atheis menganggap agama adalah candu yang diciptakan dari hasil pikiran dan manusia dengan mengkultuskan sesuatu yang tidak ada dan dinamakan sebagai TUHAN.

Agama tak jarang menjadi pemicu perselisihan dimuka bumi ini. Padahal lahirnya masing masing agama baik itu Ardhi atau samawi adalah untuk mengatur keteraturan hidup sebagai sesama dan mengatur tautan hati kepada sang pencipta. 

Jika keagamaan kita justru membuat kita saling bermusuhan dengan sesama mahluk ciptaan Tuhannya maka pasti ada yang salah dalam kita memahami agama yang dianut.

Jangan-jangan kita “beragama” karena agama, karena budaya, karena keluarga karena tidak enak sama mertua, bukan beragama karena Tuhan. 

Tidak yakin akan adanya “Tuhan” bagi orang yang beragama itu lebih susah cara dakwahnya dibandingkan dengan orang-orang yang 100 % atheis. Lihat saja berapa tempat ibadah di Eropa yang dijual karena sepi peminat.

Lihat saja lebih banyak orang Asia yang menjadi pemimpin tempat ibadah di Eropa daripada penduduk Eropa sendiri. Mereka yang meninggalkan tempat ibadah adalah orang yang beragama tapi tidak yakin adanya Tuhan dan akhirnya mereka memilih menjadi atheis.

Ada dua opsi yang dilakukan oleh orang beragama yang tak yakin adanya Tuhan atau justru malah “meNuhankan” agama, yaitu menjadi atheis atau menjadi radikalis extrimis.

Mereka yang menuhankan agama biasanya adalah mereka yang menganggap agama sebagai ilmu pengetahuan semata dan jika dirasa cocok maka dia langsung mengikuti dan mengeksekusi dari yang sekedar ia ketahui.

Yang terjadi adalah “gagap agama” seperti halnya orang yang gagap teknologi yang sering salah menggunakan alat canggih tapi tidak mau membaca manual book-nya.

Agama adalah penjiwaan. Agama adalah rasa. Agama adalah hidayah yang proses mendapatkan dan mempelajarinya tidak dapat dilakukan dengan waktu yang singkat.

Penjiwaan membutuhkan proses agar mencapai “rasa” yang pas untuk diri-sendiri dan untuk orang di sekitarnya. Dan yang paling penting adalah hidayah yang merupakan anugerah tersendiri yang menjadi hak prerogatif Tuhan.

Bertemunya jiwa, rasa dan hidayah adalah anugerah yang tak ternilai harganya dri segalanya. Jika kita beragama tapi masih menyakiti, mengambil hak dari manusia sebagai sesama mahluk-Nya. Mungkin kita masih menuhankan agama dan belum menuhankan Tuhan yang sebenarnya.

Maka, insya Allah “nyantri” adalah salah satu cara untuk membangun jiwa dan rasa untuk mencapai hidayah-Nya.

 

Ditulis oleh Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (GNAN) MUI Jawa Timur, H. Zahrul Azhar Asumta As’ad 



#Agama #Tuhan #dan #Manusia #Suryacoid

Sumber : surabaya.tribunnews.com