Berita  

Tidak Bisa Naik Motor saat Lebaran, Ratusan Remaja di Lamongan juga Terpaksa Ganti Knalpot di Polres

Tidak Bisa Naik Motor saat Lebaran, Ratusan Remaja di Lamongan juga Terpaksa Ganti Knalpot di Polres

Maxgrosir.com, LAMONGAN – Modifikasi liar terhadap memang mahal. Selain harus membayar denda akibat kena tilang polisi, ratusan di Lamongan juga harus keluar biaya ekstra, yaitu mengganti knalpor brong atau ban cacing dengan spare part standar.

Hal itu terlihat di halaman Polres Lamongan, Kamis (12/5/2022), ketika para pemilik motor modifikasi yang terjaring razia cipta kondisi Ramadhan lalu, mengganti knalpor motornya masing-masing.

Itu menjadi syarat tambahan ketika mengambil barang bukti motor yang diamankan petugas. Selain harus menunjukkan bukti bayar tilang dari kejaksaan, menunjukkan STNK, mereka juga wajib mengganti brong dengan knalpot standar.

Para pemilik motor mengaku menyesal memakai . Bahkan saat Hari Raya Idul Fitri, mereka sampai tidak bisa memakai motor, karena terjaring razia. “Kapok mas, tidak akan mengulangi lagi,” ungkap Rifki, salah seorang remaja asal Kecamatan Sambeng.

Sekitar 10 hari pasca Idul Fitri memang mulai banyak pelanggar yang mengambil motornya setelah membayar denda tilang dari kejaksaan. Tidak cukup dengan bukti bayar tilang, pemilik motor harus menyertakan STNK yang sesuai dengan data fisik motor.

“Kalau mau mengambil kendaraan yang terjaring karena pelanggaran knalpot brong atau roda cacing, harus mengganti dengan yang asli dan dilakukan di pelataran Polres,” ungkap Kasatlantas Polres Lamongan, AKP Aristianto Budi Sutrisno, Kamis (12/5/2022).

Dan syarat tambahan yakni mengganti knalpot brong dengan knalpot asli, membuat para pemilik motor keringatan. Apalagi kalau STNK mati, diusahakan untuk dihidupkan, atau menyertakan BPKB asli.

Sikap tegas terhadap sekitar 225 motor yang terjaring razia dengan penggunaan knalpot tidak standar dimaksudkan untuk menertibkan pengguna motor. “Roda cacing sangat membahayakan dan bisa berdampak pada tingginya angka . Termasuk pengaruh knalpot bagi pengguna jalan lainnya,” ungkap Aris.

Aristianto berharap ada efek jera dan pemilik motor akan menggunakan motor sesuai dengan standar pabrikan yang sudah melalui uji kelayakan.

Sementara para pelanggar yang bertandang ke Polres Lamongan kebanyakan didampingi orangtuanya. Namun ada juga yang datang mengurus kendaraannya tanpa didampingi anggota keluarga. “Alhamdulillah, saya jadi sadar sekarang,” kata salah seorang warga asal Sambeng.

Ia mengaku sudah sering mengingatkan anaknya agar tidak memakai knalpot brong. Namun sang anak hanya janji mengganti knalpot hingga terjaring operasi. ***



#Tidak #Bisa #Naik #Motor #saat # #Ratusan #Remaja #Lamongan #juga #Terpaksa #Ganti #Knalpot #Polres

Sumber : surabaya.tribunnews.com