Berita  

Langkah Strategis saat Kasus PMK di Nganjuk Terus Naik, Pengobatan Ternak sampai Lockdown Satu Desa

Langkah Strategis saat Kasus PMK di Nganjuk Terus Naik, Pengobatan Ternak sampai Lockdown Satu Desa

Maxgrosir.com, NGANJUK – Nganjuk menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam percepatan penanganan panyakit mulut dan kuku (). Hal itu dilakukan dalam upaya mengendalikan penyebaran PMK sehingga untuk keperluan kurban dalam keadaan aman serta sehat.

Plt Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, PMK merupakan bencana non alam. Dan itu menjadi perhatian khusus Pemkab Nganjuk, setelah adanya wabah . Ini dikarenakan penyebarann PMK sangat cepat menyerang hewan ternak.

“Mari bersama- sama mewaspadai penyebaran PMK pada hewan ternak, apalagi sebentar lagi hari raya Idul Adha atau hari raya kurban,” kata Marhaen dalam rakor percepatan penanganan PMK di Kabupaten Nganjuk, Kamis (2/6/2022).

Untuk itu, dikatakan Marhaen, pihaknya bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk berkolaborasi menyiapkan sejumlah dalam mengendalikan penyebaran PMK di Nganjuk. Di antaranya melakukan isolasi ternak sakit berbasis kandang, me- daerah tertular PMK berbasis desa atau kecamatan.

Kemudian, ungkap Marhaen, langkah strategis lain yakni dengan pengobatan ternak sakit berbasis simptomatis, penutupan sementara hewan, pembatasan lalu lintas ternak, pemberian desinfeksi kandang dan lingkungan serta penyiapan vaksin PMK.

“Kesimpulan dari langkah strategis itu yakni gerak cepat untuk menanggulangi PMK yang terus menyebar saat ini,” ucap Marhaen.

Selain itu, tambah Marhaen, Pemkab Nganjuk akan membentuk Gugus Tugas penanggulangan PMK, kemudian menyiapkan obat-obatan serta sarana pendukung pengendalian petugas lapangan, melakukan pendataan hewan rentan PMK berbasis desa serta menyiapkan paramedik (dokter) hewan. “Hal itu sesuai dengan arahan dari Gubernur Jawa Timur,” ujar Marhaen.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nganjuk, Ernanto menambahkan, PMK pada hewan ternak bisa disembuhkan dan tidak berbahaya. Di mana hewan yang terpapar PMK sebanyak 95 persen bisa disembuhkan dan tingkat kematian PMK relatif kecil atau hanya di kisaran 5 persen.

Lebih lanjut dijelaskan Judi, saat ini perkembangan PMK di Nganjuk mencapai 763 kasus. Dengan rincian 628 sapi terjangkit PMK, 133 di antaranya sembuh dan 2 mati.

“Artinya tingkat perkembangan PMK di Kabupaten Nganjuk cukup tinggi, yakni 82 persen dan sembuh 17 persen, dengan demikian dibutuhkan langkah strategis untuk dapat mengendalikan tersebut,” tutur Judi. *****



#Langkah #Strategis #saat #Kasus #PMK #Nganjuk #Terus #Naik #Pengobatan #Ternak #sampai #Lockdown #Satu #Desa

Sumber : surabaya.tribunnews.com