Berita  

PMK Lumpuhkan Perdagangan Hewan di Pamekasan, Hanya Ada 1 Sapi Yang Ditawarkan di Pasar

PMK Lumpuhkan Perdagangan Hewan di Pamekasan, Hanya  Ada 1 Sapi Yang Ditawarkan di Pasar

Maxgrosir.com, PAMEKASAN – Tidak ada peternak atau yang berbahagia sekarang, akibat merebaknya mulut dan kuku (). Informasi mengenai PMK juga telah mempertebal ketakutan dalam konsumsi daging, yang kemudian berdampak sepinya aktivitas jual beli di Pamekasan.

Sejak akhir Mei 2022, perdagangan sapi di Pamekasan seperti pelahan lumpuh. Hampir semua hewan, baik milik Pamekasan, maupun yang dikelola desa, kondisinya kini memprihatinkan, lantaran sepi dari aktifitas jual beli sapi.

Ada beberapa pasar sapi di Pamekasan, seperti pasar sapi di Desa/Kecamatan Proppo, pasar sapi di Desa Batumarmar, Kecamatan Batumarmar; pasar sapi di Keppo, Desa Polagan, Kecamatan Galis. Juga ada pasar sapi di Desa/Kecamatan Pakong, yang semuanya pelahan sepi.

Tetapi yang yang terparah dampak dari PMK ini terjadi di pasar sapi Desa/Kecamatan Waru. Biasanya hari pasaran sapi setiap Kamis, sapi yang diperjualbelikan di pasar yang terletak di kawasan pantura ini, selalu dipadati pengunjung. Baik pedagang sapi maupun calon pembeli. Dan rata-rata setiap hari pasaran, terdapat sekitar 100 ekor sapi yang diperjualbelikan.

Namun, Kamis (9/6/2022), pasar sapi di lokasi itu kosong melompong. Yang terlihat hanya seorang pedagang sapi membawa seekor sapi untuk dijual. Sementara jumlah pengunjung hanya segelintir orang. Sehingga tidak sampai hitungan jam, pedagang sapi itu membawa pulang sapinya karena di pasar itu tidak ada aktifitas jual beli.

Kepala Bidang Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pamekasan, Agus Wijaya mengatakan, merebaknya PMK ini benar-benar berdampak pada aktifitas jual beli sapi di pasar hewan yang tersebar di sejumlah tempat di Pamekasan.

“Saya baru saja menapat laporan dari kepala pasar sapi di Waru, bahwa hari ini hanya ada satu ekor sapi yang masuk ke lokasi pasar sapi di sana. Padahal seminggu lalu, aktivitas jual beli sapi di pasar itu masih agak ramai. Namun di hari pasaran sapi tadi kosong dari aktifitas jual beli sapi,” papar Agus Wijaya kepada SURYA.

Agus menjelaskan, kondisi ini juga menimpa di pasar sapi Keppo. Pasar sapi terbesar di Pamekasan ini, pada hari pasaran kemarin anjlok hingga 90 persen. Artinya aktivitas jual beli sapi di pasar itu hanya 10 persen dari hari-hari pasaran sebelumnya.

Diuraikan Agus, sepinya aktifitas jual beli sapi di sejumlah pasar yang tersebari di Pamekasan ini, karena pedagang dan calon pembeli sapi cemas dengan PMK sapi yang belum diketahui kapan berakhir.

Ketakutan pedagang sapi ini, bila sapi yang dibawa ke pasar tidak terjual. Karena selain harus menanggung kerugian untuk ongkos angkut dan tip bagi yang mendampingi, pedagang juga khawatir sapi miliknya yang kondisinya sehat, bisa tertular PMK sapi lain.

Begitu juga kekhawatiran yang dialami calon pembeli. Bila membeli sapi lalu dibawa pulang, pikirannya dilanda kecemasan, sapi yang dibeli tertular PMK.

Diakui Agus, lumpuhnya aktivitas jual beli sapi ini selain berdampak pada pemasukan pendapatan asli daerah (PAD), juga terhadap pedagang palawija. “Di pasar sapi ini kan biasanya ada yang berdampingan dengan pasar palawija. Biasanya setelah sapinya terjual lalu belanja, pedagang sapi berbelanja ke pasar palawija,” ungkap Agus. *****



#PMK #Lumpuhkan #Perdagangan #Hewan #Pamekasan #Hanya #Ada #Sapi #Yang #Ditawarkan #Pasar

Sumber : surabaya.tribunnews.com