Berita  

Hujan Pupuskan Harapan di Lahan Kering, Petani Tembakau Pamekasan Tak Bergairah Jalani Musim Tanam

Hujan Pupuskan Harapan di Lahan Kering, Petani Tembakau Pamekasan Tak Bergairah Jalani Musim Tanam

Maxgrosir.com, PAMEKASAN – yang kering bukan berarti tidak memberi harapan, justru dari lahan minim itulah bibit tembakau bisa ditanam dan hidup berkembang. Hanya, saat ini harapan hidup pada musim tanam di Pamekasan seperti terhadang guyuran yang menyebabkan kematian tanaman tembakau.

Hujan yang kadang turun tanpa siklus pasti menunjukkan bahwa cuaca memang tidak menentu. Para tembakau di Pamekasan pun bimbang, bahkan tidak bergairah akibat tidak bersahabatnya cuaca ini merugikan.

Seperti yang diungkapkan, Mohammad Saleh (62), petani tembakau di Desa Betet, Kecamatan Kota, Pamekasan. Pria yang sudah puluhan tahun menjadi petani tembakau itu mengakui, lahan miliknya yang ditanami tembakau 5.000 bibit kini mati diguyur hujan dan membiarkan ladangnya tidak digarap lagi.

“Tahun lalu cuacanya benar-benar mendukung, sehingga kualitas tembakau kami cukup bagus. Namun kali ini hujan tiada henti, jadi kami putuskan di musim tahun ini kami tidak menanam kembali untuk kedua kalinya. Kami tidak punya biaya dan cuaca belum tentu berpihak pada petani,” kata Mohammad Saleh kepada SURYA, Rabu (15/6/2022).

Sejak pertengahan Mei lalu, beberapa petani tembakau di Pamekasan memang sudah mulai menanam benih tembakau di ladang mereka. Dengan harapan cuaca musim tanam tahun ini sama seperti musim tanam tembakau 2021. Kala itu, cuaca cerah dan mendukung untuk tanaman tembakau.

Pantuan di lapangan, hamparan ladang di beberapa kawasan di Pamekasan sebagian sudah ditanami tembakau. Namun sebagian lagi dibiarkan tidak ditanami tembakau. Yang terlihat hanya rimbunan ilalang dan sebagian tanaman tembakau yang tergenang air hujan.

Beberapa petani tembakau yang ditemui mengatakan, cuaca yang kadang panas dan kadang hujan bisa mengancam kualitas tembakau. Sehingga tidak menutup kemungkinan banyak petani yang berpikir ulang untuk menanam tembakau.

Beberapa petani mengakui bahwa mereka sudah menanam sejak pertengahan Mei, tetapi kemudian diguyur hujan dan tanamannya mati. Lantas mereka tetap menanam kembali dan berharap cuaca kembali cerah dan tidak ada hujan. Namun ada pula petani yang memiliki modal pas-pasan, sehingga ketika tanamannya mati diguyur hujan, mereka memilih tidak menanam kembali.

Petani tembakau lainnya, Subaidah (43), yang ditemui saat memberikan pada tanaman tembakaunya dengan cara disiramkan di Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, mengatakan, tanaman ini merupakan bibit tanam kedua kalinya dan baru berumur 15 hari.

Tanaman yang pertama dimulai pertengahan Mei, namun mati karena sering diguyur hujan. “Kami terpaksa menanam kembali tembakau ini, karena kami pikir masih ada peluang cuaca bagus ke depan. Tanaman tembakau yang kedua ini sering diguyur hujan, jadi agar tetap segar, kami beri pupuk,” kata Subaidah.

Ketua Asosiasi Petani Indonesia (APTI) Pamekasan, Samukrah yang ditemui mengakui, jika saat ini petani tembakau dilanda kebimbangan akibat cuaca tak menentu. Hampir setiap hari hujan masih mengguyur dengan intensitas cukup tinggi. Akibatnya, sebagian petani masih pikir-pikir untuk menanam.

Samukrah mengatakan, walau cuaca kurang bersahabat namun beberapa petani ada yang menanam hingga tiga kali, karena tanaman pertama dan kedua mati akibat hujan. “Mereka yang masih tetap menanam hingga tiga kali, karena petani optimistis hujan berhenti pada akhir Juni dan pada Juli cuaca cerah dan semoga tidak ada hujan,” ujar Samukrah.

Menurut Samukrah, di pertengahan Juni ini ia memperkirakan lahan yang sudah ditanami tembakau di seluruh wilayah di Pamekasan hanya seluas 1.400 hektare. Padahal pada pertengahan Juni 2021 lalu, karena saat itu cuaca bagus, luas lahan tembakau yang ditanami sebanyak 15.000 hektare. Sementara luas areal tembakau yang tertanam pada 2021 lalu, hampir 24.000 hektare.

Diungkapkan, kalau kondisi cuaca tetap seperti ini maka jumlah petani yang menanam tembakau tidak akan sebanyak tahun lalu. Sebab walau minggu depan cuaca kemarau dan sudah tidak hujan lagi, namun petani enggan unuk menanam tembakau, mengingat iklimnya tidak mendukung. *****



#Hujan #Pupuskan #Harapan #Lahan #Kering #Petani #Tembakau #Pamekasan #Tak #Bergairah #Jalani #Musim #Tanam

Sumber : surabaya.tribunnews.com

Exit mobile version