Berita  

Masyarakat Bebas Makan di Luar selama Lebaran, Omzet Kafe-Resto Meningkat 70 – 80 Persen

Masyarakat Bebas Makan di Luar selama Lebaran, Omzet Kafe-Resto Meningkat 70 - 80 Persen

Maxgrosir.com, KOTA SURABAYA – Dibukanya kembali keran serta kelonggaran aktivitas saat menurunya pandemi , membawa dampak positif pada industri kafe dan restoran. Kinerja industri kafe dan restoran sepanjang libur 2022 ini hampir pulih setelah dua tahun dihantam pandemi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia Jawa Timur (Apkrindo Jatim), Tjahjono Haryono mengatakan, usaha kafe dan resto di Jatim mulai momen Ramadhan, telah mengalami pertumbuhan yang signifikan yakni mencapai 30 – 40 persen dibandingkan hari normal.

“Selanjutnya pada libur Idul Fitri 2022 ini, kami prediksi omzet telah tumbuh 70-80 persen, karena libur yang cukup panjang, tidak ada pembatasan dan semua sektor mulai bergerak,” kata Tjahjono, Minggu (8/5/2022).

Sejak pekan kedua Ramadhan, peningkatan penjualan di kafe dan resto dipicu adanya momen buka bersama yang telah diizinkan pemerintah. Kemudian adanya mudik Lebaran, libur panjang dan akan segera dilanjutkan liburan pada Juni 2022 mendatang.

“Keputusan pemerintah mengizinkan mudik ini sudah betul, membuka 100 persen kapasitas kunjungan kafe/restoran juga sudah betul. Jadi pemerintah terlihat ingin agar masyarakat melakukan kegiatan ekonomi, seperti buka bersama di restoran, berkunjung ke , dan berbelanja,” beber Tjahjono.

Bahkan saat momen mudik Lebaran, Jatim diyakini akan terdampak karena banyak orang yang mudik dari Jakarta menuju ke Jawa Tengah dan Jatim.

“Nah kalau orang mudik dan kumpul itu pasti akan makan, selesai Shalat Idul Fitri pasti makan, atau ke mal. Paling tidak perputaran uang di daerah itu akan terjadi dalam 10 hari yang lalu dan akan berlanjut hingga libur sekolah mendatang,” papar Tjahjono.

Setelah Lebaran usai, juga masih ada beberapa hari libur atau tanggal merah yang diyakini akan mendorong kinerja usaha kafe dan resto di kuartal II ini. “Mei juga masih banyak hari libur, kami berharap ini menjadi efek lonjakan yang signifikan di bidang . Ini kemudian berlanjut ada libur sekolah,” imbuhnya.

Tjahjono menambahkan, meskipun saat ini sejumlah bahan baku utama kuliner mengalami kenaikan dan berimbas pada kenaikan harga produk kuliner, tidak akan terlalu berdampak terhadap daya beli masyarakat di sektor kuliner.

“Memang banyak sekali terjadi kenaikan harga bahan baku seperti , daging ayam, dan sapi. Termasuk bahan baku impor seperti kentang sudah naik 10 – 15 persen. Tetapi menurut kami masyarakat tetap akan berbelanja kuliner setelah dua tahun tidak berlebaran karena pandemi,” ungkapnya.

Namun karena sektor lain juga bergerak, Tjahjono memprediksi, kemampuan konsumen untuk menghadapi kenaikan harga karena bahan baku yang baik juga meningkat. “Kami optimistis karena bahan baku naik, harga naik, sektor usaha naik, gaji naik, tentunya lingkaran ekonomi bisa kembali bergerak,” pungkas Tjahjono. ****



#Masyarakat #Bebas #Makan #Luar #selama #Lebaran #Omzet #KafeResto #Meningkat #Persen

Sumber : surabaya.tribunnews.com