Berita  

Seni Ludruk di Kota Surabaya Kian Menarik Berkat Cak Sapari

Seni Ludruk di Kota Surabaya Kian Menarik Berkat Cak Sapari

 

SURYA.co.id | SURABAYA- Siapa yang tidak kenal dengan Cak Sapari dan Cak Kartolo. Dua seniman asal Kota Surabaya tersebut telah lama melintang di dunia kesenian drama Tradisional, Ludruk.

Kini, di era teknologi yang semakin maju, eksistensi Cak Kartolo dan Cak Sapari mulai berkurang karena usia mereka. Bahkan diberitakan, Cak Sapari sedang terbaring lemah melawan diabetes yang dideritanya di rumah .

Bagi penasehat Ludruk Nom Noman Tjap Soeroboio (Luntas) Djadi Galajapo, berkat inovasi dari Cak Kartolo, dan Cak Sapari, mereka mengemas ludruk menjadi tontonan yang lebih menarik, dengan durasi 1 sampai 2 jam.

“Kami berbincang bincang soal ludruk zaman sekarang ini harus bagaimana. Dengan support dari Cak Kukuh, disimpulkan kalau ada Tari Remo dan Jula Juli, maka sudah bisa disebut Ludruk,” terang Djadi Galajapo, Minggu (19/6/2022).

Lebih lanjut ia memaparkan, Ludruk yang pakem biasanya berdurasi 4 sampai 5 jam, bahkan bisa sampai Subuh. Otomatis dalam kondisi seperti saat ini, tidak akan bisa dinikmati oleh khalayak, apalagi muda.

“Penonton zaman sekarang cenderung ingin hiburan yang cepat selesai, puas, senang dan gembira. Zaman dulu, Ludruk itu seperti pentas wayang kulit,” paparnya.

“Kalau diminta bermain Ludruk yang pakem di tengah zaman sekarang, maka tidak bisa dilakukan, sekarang banyak aktivitas, atau setelah menonton, mereka mengambil tugas selanjutnya,” imbuh Djadi Galajapo.

Meski begitu, Djadi memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Luntas dan Barisan Ludruk Anak Muda (Balada). Dua kelompok tersebut berkomitmen dan konsisten mempertahankan seni Ludruk.

“Mereka semangat mempelajari cara memainkan peran di hadapan para pengunjung. Saya menaruh respek kepada anak-anak muda yang tergabung didalamnya dan dipimpin oleh Cak Robets Bayoned serta kawan kawan,” tegasnya.



#Seni #Ludruk #Kota #Surabaya #Kian #Menarik #Berkat #Cak #Sapari

Sumber : surabaya.tribunnews.com